POSTED: 16 Januari 2019

Tahun 2002, usia Albert baru 21 tahun. Tapi naluri bisnisnya sudah muncul. Terbukti di usia tersebut pemuda yang masih kuliah di semester 4 di Surabaya ini sudah berani buka usaha. Namanya Laritta Bakery, yang kini sudah memiliki 9 oulet di sekitar Kota Surabaya dan 1 lagi baru buka di Sidoarjo.

Kisah sukses Albert yang kini berusia 37 tahun tentu bukanlah tanpa perjuangan. Di awal usahanya, ia sengaja mengambil kursus bakery di Bogasari Baking Center (BBC) Surabaya selama 5 hari. Ia pun rela bangun jam 3 subuh, menunggu karyawan produksi masuk dan belanja bahan. “Kalau mau sukses, kita harus berjuang dan mau belajar,” ucap Albert.

Ide membuka usaha bakery di saat masih kuliah, berawal dari usaha sampingan ibunya yang bernama Lim Rita Sari. Semula ibunya tinggal di Jakarta dan menerima pesanan kue tart. Tahun 1975 sang ibu pindah ke Surabaya dan buka salon. Usaha sampingannya adalah membuat kue kering dan menjualnya di salon. Merek usaha rumahan kue kering sang ibu adalah Rita’s Cookies.

Dalam perjalanannya, pembeli kue kering Rita’s Cookies acapkali mengusulkan kepada ibunya untuk buka usaha bakery. Ide inilah yang kemudian disambar oleh Albert. Ia sengaja kursus di BBC sebelum buka usaha. Alhasil tahun 2002 Albert rintis usaha bakery dengan nama Larita Bakey. Merek itu diambil dari merek kue kering ibunya, lalu ditambah imbuhan “La”.

Di awal usaha bukan tanpa kendala, bahkan penuh dengan tantangan. Yang paling berat adalah memasarkan dan meyakinkan orang akan kualitas produknya. Ia mendatangi perkantoran dan instansi  untuk menawarkan produk Larita Bakery.

Bisnis bakery tidak selamanya lancar. Pernah suatu ketika, pelanggannya complain. Minta ganti rugi pesanan 5 ribu pudding karena basi. Padahal penyebabnya pesanan yang sudah diantar pukul 3 sore dan akan dipakai pukul 7 malam, tidak disimpan dalam lemari pendingin oleh si pelanggan. Meski bukan salahnya, Albert tetap memberikan ganti rugi.

Sikap tanggung jawab itu malah menimbulkan simpati dari para pelanggan lainnya. Usaha Albert terus berkembang. Berawal dari 1 outlet kini menjadi 10 outlet. Semula hanya dikerjakan 10 karyawan sekarang sudah memiliki sekitar 230 karyawan. Dulunya hanya menghabiskan sekitar 10 kg terigu Bogasari, kini mencapai 31 ton per bulannya.

“Dulu saya pernah tergoda terigu merek lain karena lebih murah. Tapi masalah muncul. Selain kualitas tidak bagus, keluhan dari pelanggan juga berdatangan. Makanya saya tidak mau pindah lagi dari terigu Bogasari. Terigu Bogasari sudah teruji. Kami pakai Cakra Kembar dan Cakra Kembar Emas. Kepuasan pelanggan adalah yang paling utama dan jangan pernah main-main,” ucap Albert yang merupakan anggota Bogasari Mitra Card (BMC) kategori Platinum.

Atas kesuksesannya, Larita Bakery berhasil masuk 5 Nominator Bogasari SME Award 2018 Kategori Platinum. Dari hasil penilaian dewan juri, yang berasal dari Bank BTPN, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Akademisi dari Universitas Prasetmulya, Albert berhasil meraih The Best Achievement Bogasari SME Award 2018 Kategori Platinum. Selain meriah sertifikat, ia berhak atas hadiah senilai Rp 20 juta

Kini fokus penjualan Laritta Bakery saat ini memang masih di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Harga produk Laritta juga relatif terjangkau. Akan tetapi Albert berani menjamin produknya tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dan selalu fresh karena dapur produksi Laritta beroperasi 24 jam.

Laritta Bakery terus berinovasi sehingga tidak hanya menjual cookies, tapi juga roti, jajanan pasar, tart, pudding, dan berbagai varian produk bakery lainnya. Sampai saat ini, Laritta Bakery menyediakan lebih dari 200 varian produk bakery dan terus berinovasi sesuai keinginan pelanggan.

“Tahun 2017. Kami meluncurkan website dan instagram untuk menerima pemesanan. Selain meningkatkan penjualan, dengan menggunakan e-commerce, bisa mendapatkan big data yang dapat diolah untuk mengetahui perkembangan selera masyarakat dan promo apa yang tepat untuk pelanggan,” papar Albert.

Kini member Larita Bakery sudah lebih dari 70 ribu  orang. Setiap member diberikan kartu yang dapat diisi dengan sejumlah uang dan dapat menerima berbagai promo yang digelar setiap bulannya. Selain itu laritta Bakery juga sudah memiliki aplikasi yang dapat diunduh di playstore, yang isinya berupa daftar harga dan promo-promo yang diadakan oleh Laritta Bakery. Selain kemudahan dan kelebihan yang didapat, setiap 3 bulan sekali Laritta mengadakan undian dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor. (EGI/RAP)

 

0

Silahkan login terlebih dahulu untuk mengirimkan komentar.
Artikel Berhubungan